Review: Anna

 


Lee Yumi, gadis yang ceria sebenarnya, cerdas dan cantik. Sedikit pencari perhatian dan punya harga diri tinggi. Waktu kecil, ada seorang wanita asing yang sering menemaninya, mengajarkan tentang face poker. Jangan beritahu orang bahwa kamu berbohong. 

Yumi terpaksa pindah lebih awal ke Seoul karena diketahui berkencan dengan seorang guru. Hal ini merubah dirinya menjadi pendiam. Gagal masuk universitas yang dia inginkan membuatnya berbohong pada orangtuanya. Tanpa sadar Yumi mengidap sindrom ripley.

Di Seoul Yumi kerja pada orang kaya. Punya putri seumuran dengannya yang kerjanya hanya bersenang-senang, lulusan dari universitas Yale, Hyunjo. Nama Amerika-nya Lee Anna.

Beberapa tahun kemudian, Yumi lari dari rumah itu karena kesal. Kemudian dia mulai melamar pada yayasan yg cukup bagus dengan sertifikat milik Hyunjo dan mengubah namanya menjadi Lee Anna. 

Yumi berusaha keras, dia belajar setiap malam, hingga membuatnya menjadi dosen yang yang dikagumi. Bahkan mampu mengantar murid-muridnya ke universitas yang bagus, seperti Yale. Yumi pun menjadi Profesor Lee. 

Bertemu lelaki dengan latar belakang bagus dan ambisius membuat dirinya terkenal. Yumi terkenal sebagai profesor muda, cantik dan cerdas. Semua orang mengaguminya. Sebelum Lee Anna asli memergokinya.

Drama ini hanya enam episode, dengan alur cukup cepat dan padat. Perubahan emosi Anna dari sedih, takut cemas, menderita dan marah cukup ditunjukkan oleh wajahnya yang datar. Suzy juga sangat bagus memainkannya, meski entah kenapa melihat wajah suzy yang ekspresinya datar hampir tanpa emosi itu membuatku agak ngantuk dan menjadi malas. Rasa sakit, lelah Yumi menulariku hingga setiap itu aku ingin tidur dan juga merasa lelah.

Sepertinya kalau ngk kenal Suzy, maka kita akan menganggap Suzy itu ya seperti itu dingin, datar dan tanpa emosi. Monolog-monolognya juga keren. 

"Bahkan terhadap buku hariannya saja, mereka berbohong. Padahal tidak ada yang membacanya."

Apalagi ya, pesan moral, kita mesti berhenti memenuhi standar orang pada diri kita. Dengan jujur tidak membuat dirimu lebih hina. Padahal sebenarnya Yumi memang orang yang cerdas, karena bukan lulusan universitas, membuat dirinya bukan apa-apa. Ketika orang bilang dia mencuri hidup Hyunjo, menurutku dia tak mencuri apa-apa. Terkenal sebagai dosen yang pintar, disayangi hingga jadi profesor itu adalah murni kemampuannya. 

Aku cukup puas, menurutku Suzy di sini best. Cerita ini keren banget sih menurutku. Oh ya aku juga suka semua outfit Yumi. Anggun dan cantik.
 
Bye Suzy moga nanti bisa melihatmu dalam drama yang lebih bagus dari ini. Okey.

Sayang endingnya begitu saja. Hem aku juga cukup suka endingnya. Pemandangan salju bersama pohon cemara begitu indah. Serasa pengen hidup di sana deh. Saking bagusnya.
 
Catatan: Suzy memenangkan beberapa peghargaan sebagai aktris terbaik dari series ini.
 
Saya nulis ini tahun lalu setelah nonton seriesnya. Ini pindahin ke blog karena baru buat. Hehe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Mana Anak-Anak Sina Menghilang (Juara 2 Sharepedia)

Rindu dan Dongeng-Dongengnya (Ayo Bandung 14-12-24)

Pertemuan Pada Sore yang Tidak Biasa (Top 10 Paling Menginspirasi, Cinta dalam Cerita)