Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

Review: Sang Peramal by Chandra Bientang

Gambar
Judul    : Sang Peramal Penulis : Chandra Bientang Penerbit: Nourabooks Suatu malam, saat sedang mengadakan jamuan, Imar Mulyani seorang peramal yang terkenal menghilang. Sampai seminggu, sebulan hingga setahun, sampai tidak ada yang menyebut nama ini lagi. Seolah-olah semua orang memilih melupakannya, mungkin sang peramal yang terkenal ini akan segera dilupakan kalau saja seorang perempuan muda bernama Yasmin, mengaku sebagai anak sang peramal ini tidak muncul. Melalui Yasmin kita diajak berpetualang mencari tersangka dan motif atas hilangnya Imar, kita juga dikenalkan dengan cerita-cerita dan berbagai prasangka yang meliingkupi Imar. Ternyata perempuan yang terlihat ramah, supel dan disukai ini banyak menyimpan misteri, bahkan para tetangganya juga, tak satupun yang mengenalnya secara baik. Petualangan Yasmin juga membuat dugaan-dugaan lain jadi lebih menarik, sesuatu yang lebih besar membayangi kasus itu. Ketegangan demi ketegangan juga dikemas dengan baik sampai...

Review: Suicide Knot

Gambar
  Judul   : Suicide Knot Penulis : Vie Asano Penerbit: Noura Books, 2019 Saya tertarik dengan blurb di belakang buku ini. Seseorang yang mengadakan live lalu bunuh diri. Benarkah itu bunuh diri? Idenya yang cukup keren. Melihat reviewnya di goodsread cukup meyakinkan. Jujur ekspetasiku tinggi, setidaknya kalau sudah jadi buku, ya pasti sudah bagus, begitulah harapanku. Yang menarik, pembukaan ceritanya bagus, diksi dan kalimat-kalimat yang dipilih penulis cukup keren dan mudah dipahami. Bab pertama, kedua juga masih oke. Meski, entah pada halaman berapa saya mulai merasa monolog-monolog ini membosankan, mungkin ada pengulangan kalimat, pengulangan penjelasan, jadi itu terasa membosankan. Cara penulis menuntun pembaca menuju konflik cerita dengan teka teki yang bikin penasaran, dan kode-kode dan pola yang pernah mereka buat (Anne dan Karen) bersama dulu cukup bagus. Ada beberapa hal yang menurut saya agak cacat logika. Dalam cerita, Anne dan Karen adalah sahab...

Review: Petak Umpet Minako

Gambar
  Judul   : Petak Umpet Minako Penulis : Manhalfgod Penerbit: Rak Buku Menemukan buku ini pada tahun 2015, waktu itu iseng saja membelinya, baca sinopsisnya cukup keren. Cerita dibuka dengan tokoh utama Baron yang datang terlambat pada acara reuni sekolah, rupanya beberapa temannya sudah memindahkan acara reuni itu pada gedung sekolah mereka sambil memainkan permainan yang cukup unik, disebut dengan Hitori Kakurebo, permainan petak umpet dari jepang. Hide and Seek Alone. Atau juga bisa disebut sebagai Petak umpet Minako, karena permainan ini menggunakan benda atau medium boneka yang diberi nama Minako. Tokoh-tokohnya meski cukup banyak, tapi semua berperan penting. Orang pertama yang memberi saran untuk melakukan permainan adalah Vindha, sahabat dan sekaligus teman dari TK Baron. Saat hampir tengah malam, kekasihnya Gaby mengirim pesan yang menurutnya sedikit aneh dan mengherankan. Karena khawatir Baron langsung menuju sekolah bekas SMA mereka. Bukannya menemu...

Senandika-Senandika

Gambar
  I Hidup begitu lucu. Sering merasa terlalu berlebihan terhadap banyak mimpi, ekspetasi yang tak bisa dipenuhi. Kemudian percaya takdir yang buruk itu adalah kesialan. Aku suka meragukan kemanusiaannya. Sebenarnya betapapun merasa tak ada apa-apa. Aku juga terganggu. Hal-hal kecil itu sangat mengganggu. Tapi cara terbaik (bertahan) adalah merasa tak apa-apa. Sangat banyak hal dirinya kecil lakukan. Memory itu terbatas, tapi sebagiannya akan menyisa sebuah ingatan yang kuat. Begitu kuat. Lalu semua hal menjadi sulit. (Kalau kehidupan nanti itu ada. Kalau aku nanti hidup lagi di kehidupan setelah ini. Aku ingin ingat perjanjian ini. Aku ingin tidak akan membuang semua harapan orang juga harapanku. Mematahkan mimpi semua orang juga mimpiku.) Entah lah kalau aku menderita suatu penyakit yang tak bisa sembuh atau aku benar-benar membunuh orang atau aku menjalani sisa umur dengan menanggung penderitaan yang bukan kesalahanku. Entahlah bagaimana jadinya. Hidup bukan pilihan...