Review: Petak Umpet Minako
Judul : Petak Umpet Minako
Penulis : Manhalfgod
Penerbit: Rak Buku
Menemukan
buku ini pada tahun 2015, waktu itu iseng saja membelinya, baca
sinopsisnya cukup keren. Cerita dibuka dengan tokoh utama Baron yang
datang terlambat pada acara reuni sekolah, rupanya beberapa temannya
sudah memindahkan acara reuni itu pada gedung sekolah mereka sambil
memainkan permainan yang cukup unik, disebut dengan Hitori Kakurebo,
permainan petak umpet dari jepang. Hide and Seek Alone. Atau juga bisa
disebut sebagai Petak umpet Minako, karena permainan ini menggunakan
benda atau medium boneka yang diberi nama Minako.
Tokoh-tokohnya meski cukup banyak, tapi semua berperan penting. Orang pertama yang memberi saran untuk melakukan permainan adalah Vindha, sahabat dan sekaligus teman dari TK Baron. Saat hampir tengah malam, kekasihnya Gaby mengirim pesan yang menurutnya sedikit aneh dan mengherankan. Karena khawatir Baron langsung menuju sekolah bekas SMA mereka. Bukannya menemukan teman-temannya, pemuda ini malah menemukan keanehan demi keanehan.
Keterlambatan Baron menjadi salah satu keberuntungan, dia tidak ikut dalam ritual pemanggilan arwah, harusnya dia bisa tidak ikut dalam permainan, tapi karena ingin menyelamatkan kekasihnya, Baron mau tidak mau jadi terlibat.
Cerita bergulir dengan teman-teman Baron yang kemudian jadi korban, siapa yang tertangkap si boneka akan mati, lalu dijadikan penjaga dan pengikut si boneka, seperti mayat hidup (zombie). Mereka yang masih hidup harus bersembunyi dengan benar kalau tak mau tertangkap atau terbunuh oleh boneka. Malang, mereka harus memainkan permainan sampai akhir, harus menyisa satu orang saja. Baron bertekat membawa kekasihnya keluar dari situasi itu.
Apakah Baron dan Gaby bisa keluar dari wilayah kekuasaan Minako. Yuk baca sendiri ceritanya, aku yakin kalian yang menyukai cerita sejenis horor thriller akan sangat menyukai ini. Endingnya pun dikemas dengan sangat epik.
Penulis juga sepertinya juga sangat memahami apa yang mau dia ceritakan, tentang boneka dan permainan dan plot twist-nya. Aku jadi ingat buku dari seorang penulis Indonesia yang suka memasukan unsur-unsur Jepang dalam bukunya dan itu cukup mengesankan. Kalau bukan nama-nama Indonesia dipakai di sini, niscaya aku mengira ini adalah buku terjemahan dari penulis jepang.
Cara bercerita penulis sendiri juga sangat keren. Penuh ketegangan, horor dan mencekam. Itulah yang kurasakan saat membacanya. Cerita ditulis runut dan epik. Siapa yang menyangka permainan yang tampak biasa saja dan main-main ini, bisa menjadi ajang pembunuhan. Mereka harus mempertahankan nyawa masing-masing. Saat hal paling kritis dan terdesak, karakter murni manusia yang egois dan busuk jadi terlihat.
Tetapi, bukan tentang keegoisan dan keburukan sifat manusia saja yang akan kita lihat. Permainan itu juga membuka jati diri sebenar-benarnya dari arti apa itu cinta, persahabatan dan ketulusan.
Aku merasa semua point dalam semua cerita teramu dengan baik dalam buku ini, merasa speechless berkali-kali. Setelah itu memikirkan, andainya aku dalam posisi mereka, apa yang akan kulakukan? Pasrah dengan nasib, melawan dengan cara yang buruk atau memilih bekerja sama dan memercayai mereka penuh-penuh. Pilihan yang sulit, karena taruhannya adalah nyawa. Tapi tentu saja, dalam semua hal terburuk pasti ada pilihan yang lebih baik. Semoga meski itu adalah waktu terakhir kita, kita tetap menjadi manusia yang baik, ya. Semoga.
Kekurangan dari buku ini apa ya, menurutku tidak ada. Kalau harus memberi rating, aku akan memberi angka: 4,5/5.
Bagaimana? Tertarik membacanya. Yuk baca.

Komentar
Posting Komentar