Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Buku: Memoirs of a Gheisa

Gambar
Memoirs of Gheisa.   Ini bukan review, mungkin sebuah curhatan saja. Atau seperti referensi dari novel online pertamaku. Bukan Cinta Biasa. Aku lupa kapan membelinya. Tapi akhirnya aku memilih itu adalah buku favoritku diantara semua buku tebal, thriller dan bergenre yang sama. "Bagaimana jika kau sampai pada akhir hidupmu hanya menunggu pria yang tak akan pernah datang padamu." Kutipan ini aku jadikan favorid dalam semua biodataku.  Aku terbius cara bercerita oleh sang penulis, yang dengan sangat lamat, hati-hati mengajak kita memasuki pikiran Chiyo. Bagaimana awalnya, bertemu dan menjadi gheisa. Aku menyukai semua cara bercerita penulis, yang menggambarkan kimono, suasana, tarian dan semua intrik dalam dunia gheisa. Semakin membaca semakin aku terbius, dan merasa aku yang menjadi Chiyo itu sendiri. Pemikiran, pikiran dan semua hal yang dilakukan oleh Chiyo a.k.a Sayuri adalah demi menemukan Ketua. Dan mereka saling mendekat tanpa saling mengetahui. Salah satu hal yang...

Novel: Warna- Warna Mirna

Gambar
Bab: 22. Bimbang Bagaimana hidup jadi tidak begitu istimewa lagi, Erlangga sering memikirkan itu. Banyak moment dan merasa tak ada satupun hal yang bisa diingatnya dengan terkesan. Misalnya saat kencan dengan seseorang. Seorang gadis cantik, dan hubungan mereka berjalan cukup baik, sampai gadis itu berkata: “Aku benci sekali melihat mereka.” Dia menatap anak-anak kecil yang berdiri menempelkan wajahnya pada dinding-dinding kaca. “Menjijikan! Bisa-bisa kafe murahan begini lebih murahan lagi dengan membiarkan anak-anak pengemis itu berkeliaran!” “Murahan? Pengemis?” Erlangga mengernyitkan keningnya. “Bukankah itu yang mereka lakukan?” Erlangga setuju dengan pihak kafe yang seperti sengaja membiarkan pengemis dan anak jalanan itu berkeliaran hingga mengganggu pemandangan. Tapi berkata dengan begitu jijiknya. Erlangga merasa gadis itu juga memandangnya dengan sudut yang sama. Erlangga tersenyum. Lalu berkata “Haruskah kita akhiri ini sekarang?” “Ayo, aku sudah muak.” Dia ...