Puisi Tempo : Surat Cinta Kepada Gie
Surat Cinta Kepada Gie Oleh: Dimarifa Dy prihal kue putu yang selalu lewat di depan sana beraroma harum kelapa tapi aku tidak pernah mempertimbangkan sebuah insting yang membuat lapar saat pertemuan pertama dengannya saat musim warna yang daunnya bermunculan beberapa orang terjebak dalam bertemu setiap itu aku tidak tahu kapan waktunya menunggu apakah kita benar-benar bertemu setelah itu atau aku hanya merasa rindu barangkali kau punya mimpi favorit yang terus mengulang kenangan dalam pikiranmu menjadi salah satu puisi yang sering kita ulang warna semarak pada awal musim berumah dalam batu, setia kepada sepi jalan-jalan lengang, burung gereja berbaris gedung-gedung kusam waktu semakin pendek, Gie dalam tubuhmu, tubuhku seperti sesuatu yang bergerak dalam perjalanan kesepian tiada, tiada, menjadi sejarah yang tidak ada tidak ada yang benar-benar dari semua kisah dunia semakin berisik s...