Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Puisi Tempo : Surat Cinta Kepada Gie

Gambar
  Surat Cinta Kepada Gie Oleh: Dimarifa Dy   prihal kue putu yang selalu lewat di depan sana beraroma harum kelapa tapi aku tidak pernah mempertimbangkan sebuah insting yang membuat lapar saat pertemuan pertama dengannya saat musim warna yang daunnya bermunculan   beberapa orang terjebak dalam bertemu setiap itu aku tidak tahu kapan waktunya menunggu apakah kita benar-benar bertemu setelah itu atau aku hanya merasa rindu   barangkali kau punya mimpi favorit yang terus mengulang kenangan dalam pikiranmu menjadi salah satu puisi yang sering kita ulang warna semarak pada awal musim berumah dalam batu, setia kepada sepi   jalan-jalan lengang, burung gereja berbaris gedung-gedung kusam waktu semakin pendek, Gie dalam tubuhmu, tubuhku seperti sesuatu yang bergerak dalam perjalanan kesepian   tiada, tiada, menjadi sejarah yang tidak ada tidak ada yang benar-benar dari semua kisah dunia semakin berisik s...

Senandika Patah Hati

Gambar
Selamat malam Orion, bahkan jika waktuku telah selesai. Tentang kelahiran. Atau mimpi yang terhempas. Cahaya dari cahaya. Diam sebagai Diana dalam sebuah formasi. Katakan pada aurora. Aku telah selesai! Mungkin ia memperhatikan meski sebenarnya tidak terperhatikan. Mungkin ia hanya kesepian meski hidupnya penuh hingar. Mungkin ia cuma merasa tak lengkap, meski tak kehilangan apapun. Mungkin ia telah punya belahan jiwa itu sejak dulu, meski hanya sebagian jiwa. Perempuan pada akhirnya akan melupakan, saat ia telah berdamai dengan waktu, dengan takdirnya! Saat ia telah lelah menangis dan tersedu. Perempuan akan tersenyum. Selalu tersenyum, bibirnya senantiasa,berdesis memohon agar kau baik-baik saja sekaligus juga tidak baik-baik saja. Perempuan itu mungkin telah melupakan pertama kali matamu memujanya, pertama kali rayuan itu berkecipak di bibirmu untuknya, pujian-pujian itu meracuni mimpi-mimpinya. Mungkin suatu saat kelak ia telah melupakan wajahmu. Ia tak lagi berha...

Buku: Memoirs of a Gheisa

Gambar
Memoirs of Gheisa.   Ini bukan review, mungkin sebuah curhatan saja. Atau seperti referensi dari novel online pertamaku. Bukan Cinta Biasa. Aku lupa kapan membelinya. Tapi akhirnya aku memilih itu adalah buku favoritku diantara semua buku tebal, thriller dan bergenre yang sama. "Bagaimana jika kau sampai pada akhir hidupmu hanya menunggu pria yang tak akan pernah datang padamu." Kutipan ini aku jadikan favorid dalam semua biodataku.  Aku terbius cara bercerita oleh sang penulis, yang dengan sangat lamat, hati-hati mengajak kita memasuki pikiran Chiyo. Bagaimana awalnya, bertemu dan menjadi gheisa. Aku menyukai semua cara bercerita penulis, yang menggambarkan kimono, suasana, tarian dan semua intrik dalam dunia gheisa. Semakin membaca semakin aku terbius, dan merasa aku yang menjadi Chiyo itu sendiri. Pemikiran, pikiran dan semua hal yang dilakukan oleh Chiyo a.k.a Sayuri adalah demi menemukan Ketua. Dan mereka saling mendekat tanpa saling mengetahui. Salah satu hal yang...