Puisi-Puisi Event
Mimpi-Mimpi Tak Penting Dari Burung Kecil
Oleh: Dimarifa Dy
ini mimpi-mimpi tak penting dari burung kecil
jalan perdu, belantara dan rumah pipit
terhadap pohon, aku sering lupa pulang
angin musim memanggil-manggil dari kejauhan
ketika menoleh, kau sudah tak ada!
ini mimpi-mimpi tak penting dari burung kecil
puisi tua, mata air dan huma pipit
terhadap tanah, aku sering lupa aroma hujan
berdansa pagi dengan banyak kegembiraan
kugapai tanganmu, nyanyiku berguguran.
kusesapkan puisi menjadimu. Kau yang menjadi fiksi!
kuharap tidak lupa mencintamu
dan kau (tidak) meruntuhkan sayapku!
Lubuklinggau, September 2023
(Pemenang 1 Event Putiba di SIP Publishing)
Anak Kecil Yang Tak Bisa Memilih Ingatannya
Oleh: Dimarifa Dy
anak kecil yang tak bisa memilih ingatannya
pasir-pasir dalam saku baju
setiap pagi menggambar lorong-lorong
labirin sekarat, jeruji berkarat
seorang anak dengan tinta hitam berceceran
menulis cinta mendebarkan
pensil kayu mengisi bab selanjutnya
lalu dihapusnya bagian-bagian itu sebagian
menghapusnya bersih, tetap hitam
dia bicara tentang mimpi samar
sebelum pelan-pelan memudar
anak yang tak bisa memilih jalannya
dari lembaran-lembaran nipah
terbawa dalam saku bajunya
sepanjang ingatannya
Lubuklinggau, September 2023
Kuberitahu Nanti
aku menjadi burung
berpura pura mencintai hujan
mencicit dengan tersenyum
jatuh cinta padamu
ternyata sesulit ini
aku menjadi anak pohon
berpura pura menyukai angin
menjulang kepada matahari
menahan rindu padamu
ternyata sebeban ini
aku menjadi hujan
berpura pura menyukai musim
mengabur jalan jalan
berkata cinta padamu
ternyata sekelu ini
tetapi, aku tak bisa sederhana
sejak matamu menyirat mesra kepada mataku
kusimpan puisi rahasia,
nanti kuberitahu
ketika kita bisa terbang bersama.
(Lubuk Linggau, 28 July 2020
Tribute : To Sapardi Djoko Damono)

Komentar
Posting Komentar