Hutan Bambu (dimuat di Ketik-Ketik. Com 16-05-2026)
Hutan Bambu
aku suka ibu mengomel
seperti hutan bambu
seberang sungai
tempat hantu menyeret-nyeret kakinya
ibu menyeret kegelapan
yang mengkhawatirkan
kuambil semua cerita
kekhawatiranmu, ibu
marilah tidak lagi berkata apa-apa
tentang kayangan atau sejenisnya
sampai jalan-jalan itu terbuka
sampai hutan-hutan berkata
aku lupa apakah kita pernah
berjalan berdampingan
bila tiba musim yang hangat
apa pun, yang kau mau tertawa?
kuambil rindu
zaman dulu
tanah mana aku
boleh rebah?
kembali dalam
jurang-jurang rahim
yang gelap atau
hangat
apa kita orang
asing, ibu?
aku tak perduli
lagi pada hal lainnya
memikirkan apa
yang telah aku
lewatkan
sebab kesedihan
yang tidak diingat
olehku itu
tidak ada yang mau
menanggungnya
2024
Saudade
dulu masih sekolah
lagu kasidah
suaranya kecil-kecil
suaranya setiap
subuh
ibumu bernyanyi
riang
sambil memanaskan
air teh
dan harum kue
cucur
dari mimpi yang
masih setengah
kau bergegas bangun
sambil mengingat-ingat peer kemarin
dan rencana berikutnya
kau bergerak dengan tenang
waktu bergerak dengan cepat
bagaimana mereka bisa
terus berdoa seperti itu
berdoa pulang ke rahim ibu
pada meja makan itu
kau tinggal seorang diri
2024
Bagaimana?
bagaimana menjadi wangi yang
kau sukai
lahir dari gelap rahim
menyetujui takdir-takdir
jadi partikel yang
bodoh
kau maklumkan
kisah tak penting
kita putarkan cerita
seperti radio lama
berisik dan
kemorosok
lalu
bunuh ujung-ujungnya
harum bunga kopi di halaman
daun-daunnya jatuh setiap pagi
menelusup jendela yang terbuka
untuk semua hal
yang menyenangkan
kemudian sepi
2024
.jpg)
Komentar
Posting Komentar