Badut & Lainnya (dimuat di Nusa Bali)
Suatu Hari, Musim yang Hangat
Suatu hari, musim yang hangat
jiwa-jiwa yang bernyanyi
mencari pasangannya
hati yang sepi tak punya kekasih
kalaupun ada yang bisa
membuatku pulang
itu adalah -kau!
Hujan Pagi Hari
hujan pagi hari
secangkir teh dan
harum pisang
goreng
baru saja diangkat
dari wajan
dalam sarapan yang
canggung
aku sering merasa
senang
ibu tak jadi
berangkat pagi-pagi
Puding
aku mendengarmu
sambil membuat
puding
membayangkan
coklat pada suaramu
sedikit maizena
pada ekspresimu
pada bualan dan
cerita klisemu
kugigit habis
sampai tak bersisa
Desert
kapan-kapan datanglah sebentar
kita memakan cokelat yang kau tawarkan
aku sungkan terlalu besar kepala
menjadikannya desert
yang tak pernah bisa aku makan
Menunggu
aku lihat wajah yang menunggu
ia buka jendela lebar-lebar
mengundang segala udara yang jauh
ia terus menunggu
orang yang tidak akan datang lagi
Badut
perpisahan dan sebuah piring
sendok kecil lalu hidangan penutup
sebuah pesta perayaan
badut tertawa di tengah-tengah
lihat es krim yang warnanya menawan
orang-orang berpikir dengan sabar
anak-anak menatap ingin tahu
apakah benar ia salju yang dicairkan
oh, berapa banyak gigitan terakhir
bisa dihabiskan
cobalah, dia tersenyum
jangan terlalu lama
nanti mangkukmu perlahan penuh air
lalu luap, lalu entah
setelah itu kau tak merana lagi
Hantu
kau tahu apa yang
baik
dari lampu-lampu
dapur kita
ia tidak menjelma
hantu-hantu
yang suka
menakut-nakuti orang penakut
mereka tidak punya
cukup energi
untuk ditemukan
ini pencarian yang
ganjil
kau tak pernah
menemukan?
Penyihir
kau kembali ke hadapan penyihir
orang-orangnya
penuh konspirasi
berbincang pada malam yang ganjil
menghitung doa-doa yang dulu
doa-doa tak terkabul
kau terus melakukannya
dalam 100 tahun kegelapan
.jpg)
Komentar
Posting Komentar