Puisi Cerita Pagi Hari (Dimuat di Suara Merdeka 21-03-2024)

 


Untuk Palestina


/1

hari ini pohon daunnya berjatuhan

kuhidu tunasnya yang jauh

berjalan seorang diri

kuncupnya yang tak jadi merekah

sepanjang jalan-jalan merah

 

sekali lagi kita bertemu

dengan kehidupan yang terlupa

aku ingat dan lewatkan

sesaat ingin memiliki mimpi yang terlalu bahagia

suatu hari yang baik

kunang-kunang musim panas

sungai yang jernih

dan cinta yang hangat

 

dulu suara burung pagi hari

terdengar begitu akrab

aroma pohon almond adalah kemewahan

kenangan kita yang lampau

dan hiasan hari raya

kembang api dalam langit luas

 

dari masa yang begitu lama

seperti cerita yang tidak ada

 

/2

hari-hari yang mataharinya cerah

di rumah nenekmu

pada hari libur, kami berkumpul

mendengar kisah nabi

yang pergi ke langit

suaranya lamat-lamat pukul tujuh

 

pohon zaitun dan buah kurma

terus tumbuh dengan baik

sesekali pada pagi hari

terdengar suara burung kenari

 

waktu-waktu yang bergantian

dalam pernikahan bibimu

nenekmu membuat mughli

dari tepung semolina

rasanya manis dan wangi

 

kereta yang sedikit lebih tua

kita menyambutnya dengan nyanyian

kau dan ayahmu mengerling

pada sirene keberangkatan

 

kita melewati jalan-jalan rapi

kota Haifa yang tenang

kau melihat kubah Shakrah

dan pohon ara

sambil memungut bunga

wajahmu tertawa

 


 

/3

mungkin dalam waktu yang lama

kenangan itu hilang

kemudian terlupa

 

dari kelahiran

lalu kematian

musim hujan atau musim kenangan

yang tanaman-tanamannnya

terus tumbuh dengan baik

 

kau mengganti nyanyian

terdengar sedikit parau

apa pernah ada hiasan

pada hari raya

 

cerita mencengangkan

jalan-jalan mengerikan

kami tak ada lagi dalam ingatan

 


 

/4

ini bukan kisah negeri Nabi Luth

yang hilang dalam semalam

bukan kembang api

dalam perayaan

 

itu adalah kobaran api

yang dijatuhkan dengan tidak kasihan

 

matamu yang bulat

dan wajahmu malaikat

aku sedikit sedih memberitahu apa-apa

kau hidup di tengah-tengah ini

 

atau apa kau telah tabah

jauh sebelumnya

dan Tuhan telah berbisik

bagaimana kau akan hidup

apa yang akan kau hadapi

 

dulu ada hari raya, Nak!

dan kau memegang bunga

sambil tertawa

 

aku ingin sekali

kau mengetahui tentang hari itu

entah masa yang mana

pada negeri yang nyaris hilang

juga ada hari raya.

 


 

/5

setelah banyak yang mati

kami di sini. Masih di sini

kepada Al-Quds, Kubah Shakhrah

kutulis pada bata-bata

orang orang itu melihat dan berhenti

rindu kita yang nikmat

mimpi kita yang panjang

hilang di ladang setelah mereka pergi

 

memeta-mu dalam gamisku

kita tak punya kenangan

rindu itu begitu ngilu

warna hitam dari malam

tanda lamur dari tidur

aku mau mati di pelukanmu saja

 

gadis kecil murung. Kafilah gurun

berharap pada langit

tersenyum pada rumput

cintanya yang tabah

burung ladang yang datang

menunggu kekasih

tak pernah pulang

 

/6

melihatmu dengan seksama

kau bernapas dalam hujan

menggambar cinta kemarin dulu

apakah kau telah berhenti

saat angin berhenti

 

kunang-kunang, burung-burung

kebebasan

aku tidak membenci ruang

kau tetap pergi diam-diam

saat aku tertidur

 

hei, mata yang lelap

hei, napas yang hangat

kanak-kanak mabuk cinta malam gulita

mimpi-mimpi mencumbunya

langit menyelimutinya!

 

Lubuklinggau, Desember 2023

 

 


 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Mana Anak-Anak Sina Menghilang (Juara 2 Sharepedia)

Rindu dan Dongeng-Dongengnya (Ayo Bandung 14-12-24)

Pertemuan Pada Sore yang Tidak Biasa (Top 10 Paling Menginspirasi, Cinta dalam Cerita)